Nabung saham diera millenial lebih mudah,

Era digital generasi milenial saat ini sudah tidak asing lagi dengan kecanggihan dan kreativitas generasi didunia tehnologi yang semakin cepat dan cepat pula perubahannya, hingga semuanya sudah tidak lagi memakan waktu yang banyak. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin cepat diera revolusi industri 4.0 hingga sebagian negara sudah memasuki era revolusi industri 5.0 yang mana tidak lagi tenaga kerja menggunakan tenaga manusia karena digantikan oleh canggihnya tehnologi seperti salah satunya dengan robot.

Begitu pula prilaku masyarakat indonesia dari dampak revolusi tersebut yang semakin hari sudah semakin lebih cepet dalam mengakses apapun, hingga membeli sesuatu tidak lagi harus pergi ke toko, cukup dengan menggunakan gadget semua kebutuhan rumah, perut dst hingga dapur bisa terpenuhi.

Ada juga hal yang sering menjadi trending perbincangan generasi milenial saat ini. Yaitu nabung saham !

Tidak zaman lagi diera saat ini yang sudah serba canggih dan cepat tidak punya tabungan saham, apalagi tidak mengerti tentang apa itu saham ? Bagi generasi milenial sudah dianggap ketinggalan zaman alias katrok. Tapi, tidak usah berkecil hati meskipun belum punya tabungan saham dan tidak faham apa itu saham, karena semua masih bisa DIMULAI dari SEKARANG. Kalau dulu mungkin nabungnya disekolah, dikoprasi, ditoko dst. Dan hanya dapet note tanggal, nominal saldo tabungan. Tapi diera sekarang sudah tidak lagi nabung ditempat seperti itu. Karena sekarang waktunya yuk nabung saham !

Apa bedanya nabung saham dengan yang lainnya ?

Jawabannya jelas beda jauh, kalau nabung saham nasabahnya bisa menjadi investor atau pemilik perusahaan. beda jauhkan, apakah benar dengan nabung saham bisa memiliki perusahaan ? Bisa sekali, karena pemilik perusahaan adalah pemegang saham perusahaan (investor) jadi, semakin rajin menabung saham maka semakin besar pula persentase kepemilikan perusahaannya.

Ingin punya perusahaan ? yuk nabung saham  mulai sekarang !

Selain memiliki perusahaan, dengan nabung saham juga ada nilai tambah dari menabung saham, yaitu untuk melawan inflasi dan menjaga value dana kita.

Contoh gambarannya :

10 tahun (2009) yang lalu mungkin dengan uang gopek 100 rupiah sudah bisa beli permen, tapi untuk tahun sekarang (2019) untuk membeli sebuah permen tidak lagi cukup dengan uang 100 rupiah, bahkan butuh 5 kali uang pada tahun 2009. Maka disitulah nilainya mata uang berkurang dan kenaikan harga bisa termasuk inflasi. Jadi, dengan kita menabung saham salah satunya untuk melawan inflasi dan menjaga value mata uang.  Membeli saham berrti membeli perusahaan, sama halnya membeli rumah yang pasti dapet sertifikat tanah rumah. Sertifikat tersebutlah yg dijual oleh perusahaan (saham). Jadi ibarat rumah, ketika rumah itu dikontrakan atau dikos kan, yang setiap tahun harga kontrakan rumah atau kosan selalu naik disitu juga otomatis harga rumah tersebut juga naik. Kontrakan atau kosan sebagai produknya dan harga rumah/sertifikat tanah rumah sebagai sahamnya.

Yuk nabung saham !