Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi saat ini sudah mulai tinggi. Selain investasi properti, emas, dan deposito, saat ini investasi pasar modal juga banyak dilirik masyarakat. Alasanya karena potensi keuntungan yang tinggi.

Reksadana dan Saham merupakan  Instrumen investasi pasar modal paling menarik bagi para investor. Mungkin anda masih bingung, apa sih perbedaan reksadana dan saham? Memang, keduanya terlihat mirip. Namun jangan salah, mari kita bahas satu persatu.

Saham adalah bukti bagian atas kepemilikan suatu perusahaan. Sebagai investor, kita dapat ikut merasakan keuntungan dari perusahaan dengan memiliki saham-saham perusahaan yang sudah go public. Saham perusahaan publik dapat diperdagangkan dalam bursa saham atau Bursa Efek Indonesia (BEI). Transaksi beli-jual saham ini sering kita sebut dengan investasi saham/nabung saham/main saham.

reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Manajer investasi akan berperan sebagai pengelola dana investasi yang terkumpul dari sekian banyak investor untuk diinvestasikan ke dalam portofolio efek, seperti T/D, SBI, obligasi, dan saham. Reksadana menjadi pilihan investasi untuk anda yang masih minim pengetahuan pasar modal atau anda yang tidak banyak memiliki waktu untuk mengelola portofolio, agar dapat berinvestasi ke berbagai instrument investasi yang tersedia di pasar, tanpa repot lagi mengelola portofolio.

“Don’t put all eggs in one basket”. Untuk meminimalkan resiko investasi, kita butuh diversifikasi investasi, artinya kita perlu menyebar penempatan investasi, sehingga resiko kerugian secara keseluruhan dapat terhindari.

Untuk menerapkan prinsip diversifikasi dan memanfaatkan semua instrumen investasi yang ada, anda dapat langsung melakukan sendiri atau dapat melalui manager investasi dengan reksadana.

  • Investasi langsung

Untuk dapat berinvestasi secara langsung khususnya “saham” ada beberapa persyaratan yang anda perlu miliki, persyaratan ini bertujuan untuk meminimalkan resiko investasi. Antara lain:

  • Pengetahuan dan kemampuan menganalisa saham
  • Kemampuan menganalisis kondisi ekonomi makro-ekonomi yang berpengaruh terhadap pasar saham
  • memliki dan mencari informasi seputar saham dan perusahaan berupa berita atau data laporan keuangan, untuk menjadi bahan pertimbangan investasi.

Kuncinya jangan pertaruhkan harta anda untuk instrument investasi yang tidak anda ketahui.

  • Investasi tidak langsung

Ada beberapa kendala yang membuat anda tidak dapat berinvestasi sendiri secara langsung, diantaranya:

  • Pengetahuan belum memadai mengenai instrumen investasi
  • Tidak memiliki banyak waktu untuk menganalisa intrumen-instrumen investasi
  • Dana terbatas

Reksadana dapat menjadi solusi untuk mengatasi kendala investasi yang anda hadapi.

Jenis-jenis reksadana

Jenis

Reksa Dana

Alokasi Investasi

 

Return & Risk

Jangka Waktu ideal

 

Pasar Uang 100% Efek Pasar Uang Rendah Pendek < 1 tahun
Pendapatan Tetap Min 80% Efek Hutang Sedang Menengah 1 – 3 tahun
Campuran Kombinasi Efek Hutang & Efek Sedang / Tinggi Menengah / Panjang
Saham Min 80% Efek Saham Tinggi Panjang > 3 tahun

 

Jenis-jenis reksadana diatas memiliki tingkat keuntungan dan resiko yang berbeda, mulai dari pasar uang paling rendah, pendapatan tetap, campuran, dan saham yang memiliki tingkat keuntungan dan resiko tertinggi.

Saham atau Reksadana

Resiko

  • Saham

Saham memang memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi dibanding reksadana. Apalagi jika anda seorang investor pemula, karena semua keputusan investasi ada ditangan anda sendiri, mulai dari pilihan saham yang dibeli sampai teknis waktu yang tepat untuk jual beli saham.

  • Reksadana saham

Reksadana ada bebarapa jenis, setiap reksadana memiliki resiko yang berbeda. Tapi ketika reksadana dibandingkan dengan saham, tingkat resiko reksadana akan lebih rendah. Dalam reksadana, dana anda akan di kelola oleh manager investasi yang profesional dan berpengalaman dalam mengelola portopolio investasi.

Return

  • Saham

High risk, high return, saham memang memiliki resiko yang lebih tinggi dari reksadana, tetapi juga memiliki tingkat imbal hasil yang lebih tinggi. Karena anda mengelola dana anda sendiri, maka keuntungan tergantung bagaimana anda mengelola portopolio investasi anda.

  • Reksadana saham

Potensi keuntungan setiap jenis reksadana juga berbeda, semakin tinggi resiko, semakin tinggi pula potensi keuntungan. Reksadana saham memiliki potensi keuntungan tertinggi, dan reksadana pasar uang memiliki resiko paling rendah namun aman.

Karena dana anda dikelola oleh manager investasi, maka fee komisi manager investasi akan dibebankan kepada anda, secara otomatis akan dipotong dari nilai aktiva bersih. Berbeda dengan instrumen saham yang tidak ada biaya tambahan.

Jadi reksadana atau saham?

Pertimbangkan investasi anda sesuai dengan profil anda, bagi anda yang belum berani mengambil banyak resiko, dan ingin lebih mudah dalam merencanakan portopolio keuangan, maka instrumen reksadana adalah pilihan yang tepat.

Tapi apabila anda menginginkan potensi keuntungan yang lebih tinggi, saham bisa jadi pilihan yang tepat, dengan catatan anda mampu menganalisa saham dengan tepat.