Pernahkan anda melihat nama perusahaan dengan akhiran dalam namanya adalah .TBK ?

jika pernah, maka perusahaan tersebut bisa di pastikan sudah go public. Proses private ke go public tentunya membuka pendanaan dari publik atau masyarakat yang dananya dibutuhkan oleh perusahaan untuk terus bertumbuh. Proses inilah yang dinamakan Penawaran umum perdana atau dalam Bahasa Inggris disebut initial public offering (IPO). Tujuan utama IPO adalah untuk mendapatkan pendanaan, diantara beberapa pilihan pendanaan yang ada initial public offering (IPO) memiliki kelebihan khusus.

Kelebihan Khusus IPO :
1. Membuka akses terhadap Pendanaan Jangka Panjang
a. Pemodalan yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk meningkatkan struktur modal kerja, hal ini berbeda jika pendaan di dapat dari kredit Bank/Debitur atau penerbitan Obligasi yang akan masuk dalam struktur hutang atau debt yang mengharuskan membayar bunga jatuh tempo disertai jaminan.
b. Pendanaan lain selanjutnya yang berupa secondary offering, private placement, righ, Repo, dan MTN.
c. Restrukturisasi Hutang, jika perusahaan mempunyai masalah dalam hutang maka hal ini juga merupakan pilihan yang patut dipertimbangkan yaitu konversi hutang menjadi saham, yang nantinya saham dapat dijual.

2. Intensif pajak sebesar 5%
Pemerintah memberikan insentif pajak melalui penerbitan peraturan pemerintah yang terakhir diubah dalam Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2013 Tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri Yang Berbentuk Perseroan Terbuka.

3. Meningkatkan Image Perusahaan.
Dengan Go Public maka perusahaan akan sering diliput oleh media secara Cuma – Cuma, hal tersebut akan membuat perusahaan mudah dikenal oleh Masyarakat, Investor, institusi keuangan dll.

Persiapan Awal Go Public atau initial public offering (IPO) :
1. Pembentukan tim IPO internal yang menguasai aspek Hukum dan aspek keuangan.
2. Menunjuk Penjamin Emisi Efek atau Underwriter dan profesi penunjang lainnya seperti Akuntan Publik, Konsultan hokum, Notaris, penilai untuk menghitung nilai wajar perusahaan, dan Badan Administrasi efek.
3. RUPS dan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan juga perlu melakukan perubahan Anggaran Dasar dari PT tertutup menjadi PT terbuka. Selain itu, perusahaan juga perlu membentuk Sekretaris Perusahaan, Audit Internal, dan Komite Audit, jika belum ada sebelumnya.
4. Persiapan dokumen yaitu Profil perusahaan, informasi tentang rencana IPO, underwriter, dan profesi penunjang, Pendapat dan laporan pemeriksaan dari segi hukum dari Konsultan Hukum, Laporan Keuangan yang diaudit Akuntan Publik, Laporan Penilai (jika ada), Anggaran Dasar perusahaan terbuka perusahaan yang telah disetujui Menteri Hukum dan HAM, Prospektus dan Proyeksi keuangan.

Biaya Go Public atau initial public offering (IPO) tergantung dari tarif masing – masing jasa, administrasi, sponsor yang diperkirakan berkisar max 5% dari total penjualan saham kepada public. Kesuksesan IPO tergantung dari timing dari perekonomian, Fundamental dan rencana perusahaan.