Penyebabnya kurangnya minat untuk berinvestasi disebabkan banyak hal, ada persepsi di tengah masyarakat bahwa investasi saham di pasar modal butuh uang banyak, risikonya tinggi, sehingga hanya untuk kalangan menengah atas saja, pemahaman masyarakat terhadap pasar modal perlu ditingkatkan, ada persepsi-persepsi maupun mitos yang salah, beberapa mitos mitos Investasi Saham yang salah adalah :

1. Investasi saham sama dengan judi.
Hal ini merupakan pernyataan yang salah dan bertentangan dengan fakta, pasalnya saham adalah hal yang berkaitan erat dengan keuangan dan perusahaan, bagi kalian yang kuliah di jurusan ekonomi tentunya akrab dengan pasar modal,saham, obligasi, dan reksadana sebab masuk salah satu mata kuliah di fakultas ekonomi, kenapa harga saham naik dapat kita pelajari menggunkan metode dan teori yang sudah ada, baik pula saham yang turun mempunyai sebab dan kita bisa pelajari. Jadi tindakan mengundi nasib atau berjudi disni tidaklah benar dibenarkan.

2. Investasi saham dosa, haram dan dilarang agama.
Menurut Fatwa No. 80/DSN-MUI/III/2011, investasi saham di Bursa Efek Indonesia dianggap sesuai syariah apabila hanya melakukan jual-beli saham syariah dan tidak melakukan transaksi yang dilarang secara syariah – yaitu transaksi spekulatif , transaksi yang dilakukan tanpa menggunakan analisis, riset atau pengetahuan. Di Bursa Efek Indonesia sendiri daftar saham yang masuk dalam kategori syariah masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES/ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII). Efek syariah tidak membenarkan tentang riba, maka saham perbankan yang tidak menganut prinsip perbankan syariah tidak akan masuk kedalam kategori index syariah sebagai contoh BBRI dengan BRIS.

3. Investasi saham hanya untuk orang kaya
Pembukaan dana minimal untuk rekening saham bervariasi mulai dari Rp 100.000 sampai Rp.10.000.000, Saat ini anda dapat mempunyai rekening saham atau rekening efek hanya dengan Rp.100.000 saja, melalui acara yang disediakan dari Sekolah Pasar Modal Bursa Efek Indonesia dan bagi para pembaca yang masih mahasiswa melalui galeri investasi fakultas ekonomi masing – masing.

4. Investasi saham harus memantau harga terus – menerus
Dalam berinvestasi di saham tidaklah serumit itu, kita hanya datang ke kantor sekuritas atau pialang saham membuka rekening saham layaknya membuka rekening tabungan, lalu deposit uang dan jika bingung bisa bertanya kepada pialang saham apa yang layak untuk dibeli. Dengan hanya dengan modal smartphone dan internet maka kita bisa dapat memantau pergerakan harga saham kita setiap harinya tanpa perlu harus memantau di depan layar monitor PC kita.