Income stock adalah saham yang memiliki kebijakan pembayaran dividen yang relatif tinggi dan konsisten membagi dividen. Jenis saham income stock mempunyai risiko volatilitas yang kecil dibanding jenis saham lainnya. Saham ini cocok untuk profil investor yang memiliki kemampuan menanggung risiko yang rendah atau konservatif.

Jenis emiten ini jarang melakukan melakukan expansi lagi atau mengalami fase puncak dalam usahanya, dan sering ditemukan tidak mengalami pertumbuhan yang massif lagi. Karena jarang expansi tentunya keuntungan akan dikembalikan ke pemegang saham perusahaan yang disebut dividen.

Income stock ” rutin bagi deviden untuk investor, harga relatif stabil”

Cara berinvestasi di  Income stock :

  1. Carilah saham yang secara konsisten membagikan deviden setidaknya selama 5 tahun berturut -turut.
  2. Saring kembali dengan saham yang mempunyai rata – rata dividend yield terbesar, semakin besar dividend yield berarti semakin besar imbal hasil.
  3. Perhatikan juga pertumbuhan dividen, amati kira – kira pertumbuhan selam 5 tahun.
  4. Hitung pertumbuhan pendapatan, tentunya jika perusahaan rugi maka perusahaan tidak akan dapat membagikan dividen.

Pembelian saham ini sebaiknya dilakukan sebelum masa dividen, untuk menghadapi volatilitas harga yang biasanya membuat harga saham naik pada waktu deviden, dan pembelian dapat dilakukan dengan cara bertahap.

Hal yang harus diwaspadai adalah Jika pertumbuhan mulai menunjukkan penurunan pendapatan.

Berikut contoh saham dengan kategori Income stock investing pada tahun 2018 : ASII,UNVR,TLKM,ITMG,JSMR,BBCA,BBRI,SMGR,INDF dll.