Mari kita berimajinasi sejenak, ibaratkan anda adalah seorang pengusaha baru yang ingin merekrut karyawan baru dalam perusahaan anda, anda memasang lowongan pekerjaan dan terdapat ratusan lamaran masuk, tentunya anda tidak ingin memperkerjakan karyawan yang performanya buruk, produktivitas rendah, track record buruk dan sikap – sikap buruk lainnya bukan ?

Sama halnya dengan investasi saham, terdapat sekitar 625 emiten saham yang ada dalam BEI, diantara emiten tersebut manakah yang terbaik untuk dipilih menjadi investasi kita. Tentunya diperlukan tata cara sedemilian rupa dalam memilah – milah dan focus terhadap hal tersebut, yang disebut analisa dan sedangkan fundamental adalah hal dasar yang merupakan suatu prinsip penting.

“know what you own, and know why you own it”
“Ketahui apa yang kamu miliki, dan katahui mengapa kamu memilikinya”
– peter lynch

Umumnya Analisa fundamental dalam konteks investasi saham adalah analisa terhadap laporan keuangan perusahaan, namun sebelum sampai jauh ke dalam perusahaan maka ada beberapa tahapan yang harus dipertimbangakan yaitu Top Down Approach yang mempertimbangkan tahapan antara lain yaitu :

1. Kondisi Makro Dunia Usaha.
Kondisi Makro ekonomi tentu saja berhubungan erat dengan investasi saham, dari sejarahnya seperti krisis tahun 2008, Brexit, geo politik seperti trade war US-CHINA, termasuk juga dalam negeri seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar mempunyai pengaruh terhadap investasi saham. Dari beberapa indikator tersebut dapat dijakdikan pertimbangan apa langkah selanjutnya yang akan kita lakukan sebagai investor.

2. Kondisi Sektor dan Industri
Setiap perusahaan mempunyai sektor jenis usaha yang dipengaruhi oleh sentiment – sentiment yang ada. Jika sentiment ini berpengaruh positif terhadap industri perusahaan maka akan memberikan dampak positif terhadap perusahaan dan sebalinya terdapat sektor yang kurang bergairah atau malah buruk, yang penting sebagai pertimbangan para investor.

3. Kondisi Perusahaan
Kondisi perusahaan ini mancakup hal yang bersifat qualitative dan quantitavive antara lain yaitu Brand, management, rencana perusahaan, samapai laporan keuangan yaitu neraca, arus kas dan laba-rugi untuk melihat performa suatu perusahaan.